Saturday, 23 September 2017
NEWS TICKER
” Serabi Miring ” Panganan Khas yang Ekonomis »  Petugas Pemadam Kebakaran Harus Kenali Sifat – Sifat Api »  Masakan Khas Minahasa Hadir di Kota Tegal »  Wakil Walikota Tegal Berduka »  Kerupuk Mie »  Rias Pengantin dan Foto Studio Kebanjiran Order »  Tegal Laka-Laka »  Malam Mingguan di Jantung Kota Tegal ( Bag – 1 ) »  SDN Kalinyamat Wetan 2 Rekreasi dan Outbond di Bumijawa »  Palang Pintu KA Rusak Tertabrak Motor »  Puluhan Anak Ikuti Sunatan Masal »  Ratusan Siswa SMP Negeri 17 Mencontreng »  Keripik Setan : Keripik dengan Cita Rasa Pedas yang Khas »  Jumlah Penumpang Bus Menurun »  Kecintaan Keluarga Bung Karno Pada Batik Tinggi »  TRC Kenalkan Kelinci Kepada Pengunjung Mall »  Bos Mulyadana Nikahkan Putrinya »  Poci Hidrolik Karya SMK ISTEK Jadi Pembuka Job Maching »  Bakso Tessy »  Ngabuburit Asyik Naik Mobil Gowes » 
 
Home » Featured » Angkat Budaya Jawa, Peserta MOS Naik Egrang
FEATURED

Angkat Budaya Jawa, Peserta MOS Naik Egrang

Thursday, 19 July 2012 - 458 Views

Peserta susah payah mencoba meminkan egrang

INFOPANTURA.COM – Kota Tegal – Sebagai upaya untuk melestarikan budaya, Panitia Masa Orientasi Siswa ( MOS ) SMK Ihsaniyah Kota Tegal mengangkat tema Budaya Jawa dalam pelaksanaannya. Hal ini ditunjukan dengan dimainkannya permainan anak – anak tempo dulu pada hari terakhir MOS, Rabu ( 18/7 ) kemarin. Dan salah satu dolanan anak yang dimainkan yakni permainan Egrang.

Egrang merupakan sepasang alat yang terbuat dari bambu dengan panjang sekitad 160 cm. Pada bagian bawahnya dibuat tempat pijakan kaki dengan tinggi sekitar 30 cm. Cara memainkannya adalah dengan berjalan atau berlari. Pada saat berjalan atau berlari kaki pemain bertumpu pada pijakan yang sudah dipersiapkan tadi. Sehingga diperlukan keseimbangan tubuh agar bisa berjalan dengan egrang.

Ketua Panitia MOS Yasin Mustofa, S.Ag mengatakan egrang merupakan permainan anak – anak tempo dulu, dan saat ini jarang sekali untuk dimainkan. Sehingga timbul niatnya untuk memperkenalkan permainan tersebut pada siswa lebih khusus peserta MOS.

“ Kami melihat saat ini egrang jarang sekali dimainkan oleh anak – anak kita. Bahkan mungkin mereka tidak tahu apa itu egrang. Oleh karenanya pada pelaksanaan MOS tahun ini kami sengaja menyelenggarakan lomba berjalan dengan egrang “ ucap Waka Kesiswaan tersebut

Yasin menambahkan selain untuk memperkenalkan budaya khas Jawa khususnya permainan tersebut, kegiatan itu diakuinya sebagai salah satu cara untuk memupuk rasa kecintaan terhadap budaya lokal.

Sementara, salah seorang peserta MOS, Ali Fachrurozi mengaku awalnya kesulitan untuk menaiki egrang. Ini disebabkan sejak kecil dirinya tidak diperkenalkan dengan permainan itu, sehingga dirinya tidak dapat memainkannya.

Ali mengatakan, “ Dari kecil saya tidak tahu apa yang namanya egrang apalagi untuk memainkannya. Awalnya memang saya tidak bisa, namun setelah mencoba namun akhirnya saya bisa juga”.

Memang terlihat banyak diantara peserta MOS yang harus jatuh bangun saat mencoba permainan tersebut. Apalagi harus bersaing ketat untuk mencapai garis finis agar kelompoknya bisa unggul dari yang lain.  Namun kesulitan dalam memainkannya tak menjadikan peserta patah arang, mereka terus mencoba hingga akhirnya salah satu kelompok mencapai garis finish dengan waktu tercepat.  ( teguh@infopantura.com )

Related Post
RSPFM

 
Page: /angkat-budaya-jawa-peserta-mos-naik-egrang/ :