Saturday, 23 September 2017
NEWS TICKER
” Serabi Miring ” Panganan Khas yang Ekonomis »  Petugas Pemadam Kebakaran Harus Kenali Sifat – Sifat Api »  Masakan Khas Minahasa Hadir di Kota Tegal »  Wakil Walikota Tegal Berduka »  Kerupuk Mie »  Rias Pengantin dan Foto Studio Kebanjiran Order »  Tegal Laka-Laka »  Malam Mingguan di Jantung Kota Tegal ( Bag – 1 ) »  SDN Kalinyamat Wetan 2 Rekreasi dan Outbond di Bumijawa »  Palang Pintu KA Rusak Tertabrak Motor »  Puluhan Anak Ikuti Sunatan Masal »  Ratusan Siswa SMP Negeri 17 Mencontreng »  Jumlah Penumpang Bus Menurun »  Keripik Setan : Keripik dengan Cita Rasa Pedas yang Khas »  Kecintaan Keluarga Bung Karno Pada Batik Tinggi »  TRC Kenalkan Kelinci Kepada Pengunjung Mall »  Bos Mulyadana Nikahkan Putrinya »  Poci Hidrolik Karya SMK ISTEK Jadi Pembuka Job Maching »  Bakso Tessy »  Ngabuburit Asyik Naik Mobil Gowes » 
 
Home » Featured » Bos Mulyadana Nikahkan Putrinya
FEATURED

Bos Mulyadana Nikahkan Putrinya

Friday, 8 June 2012 - 1404 Views

H. Nadirin ( Berbaju Putih ) sedang menikahkan putrinya

INFOPANTURA.COM – Kota Tegal – Pemilik Mulyadana Group H. Nadirin Maskha menikahkan putrinya yang ke – 5 Emi Shofa dengan Khusni Eka Wardana pada Kamis (7/6) di gedung pertemuan Mulyadana kompleks alun – alun Kota Tegal (eks Bioskop Dewa ). Tak tanggung – tanggung, pria yang fasih berbahasa Arab ini menikahkan putrinya sendiri tanpa diwakilkan. Hal itu ia lakukan juga kepada empat putri lainnya saat mereka menikah sebelumnya.

Sebelum ijab kabul dimulai, sang mempelai putri Emi Shofa yang tak lain adalah putrinya, meminta restu kepada Nadirin. Tak disangka, tatkala ia meminta restu ayahnya, muncul slide dibelakangnya yang mengisahkan dirinya sejak masih bayi hingga menjelang pernikahan. Sang mempelai putri pun sedikit mendapat kejutan.

Para undangan yang hadir saat itu dibuat tercengang dengan kejadian itu. Apa lagi saat prosesi ijab dimulai. Nadirin sang pengusaha sukses tersebut ternyata menikahkan putrinya sendiri tanpa di wakilkan kepada wali. Yang lebih mencengangkan, Ijab Kabul dilaksanakan  dengan berbahasa Arab.

Usai proses tersebut, kemudian digelar tradisi “ Tumplek Ponjen”. Ialah sebuah tradisi yang dilaksanakan pengantin Jawa manakala sang pengantin itu sendiri merupakan anak ragil (terakhir). Prosesinya dengan menumpahkan sedikit beras diatas tempat yang telah disediakan. Kemudian para handai tolan menaruh uang diatas beras tadi. Dan sang pengantin akan mengambil uang itu dan dimasukan ke dalam kantong yang memang sudah disiapkan.

Namun berbeda dengan pengantin lainnya, jika pengantin lainnya mengambil uang tersebut untuk disimpannya sendiri, kedua mempelai saat itu mengumpulkan uangnya untuk disumbangkan kepada panti asuhan. Ehm…satu kegiatan yang patut ditiru yah? Meski dalam suasana bahagia tetap peduli sesama. ( teguh@infopantura.com )

  

Related Post
RSPFM

 
Page: /bos-mulyadana-nikahkan-putrinya/ :